Muhammad Yusuf

Saat terjatuh, ingatkan pada diri ini bahwa kita pernah berdiri.

Muhammad Yusuf

Saat putus asa melanda ingat senyum orang orang tercinta yang selalu mengharap kita tetap tegar dan terus maju.

Muhammad Yusuf

Dari ulat bulu tuhan jadikan kupu kupu. Maka tak sulit bagi tuhan untuk menjadikan kesulitan menjadi awal dari kemudahan.

Muhammad Yusuf

Jangan bersedih, kaulah terindah yang tercipta di dunia, kaulah teristimewa yang pernah terlahir kedunia.

Muhammad Yusuf

aku memohon kebaikan atas rasa yang telah Engkau beri,Karena yakinku apapun yang tercipta pasti ada tujuannya.

Minggu, 31 Juli 2016

Biarlah mereka berkata apa

Kala hati mulai merindu terkadang menyisakan duka dikalbu. Kala kepesimisan orang mulai mencoba menggoyahkan totalitas usaha dan keyakinan sering kali menorehkan kepedihan.

Sedih terkadang menjadi santapan yang tak terelakkan walau keyakinan sekuat batu karang. Namun kepesimisan mereka menghujam deras tak berkesudahan, Tak kenal batas dan tak kenal waktu.

Tidak ada alasan merubah haluan, biarlah mereka mengatakan apa yang terpenting tetap mencoba untuk selalu berdamai dengan hati atas apa apa yang Allah tetapkan untuk kita dan selalu meyakinkan diri kalaulah semua yang hadir atau pergi memiliki masa dan waktunya masing-masing.

Tak perlu risau atas apa yang diragukan oleh orang dan tak perlu terlalu berduka atas apa yang dicibirkan oleh orang. Teruslah melangkah karena susah sedih, senang bahagia hadir dan dihadirkan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan. Pahamilah yang terpenting bukan cepat atau lambatnya tapi tetap pada waktu yang Allah telah tuliskan.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik untuk mu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (Q.s. Al Baqoroh [2]: 216). Tidak ada yang sia sia, karena stiap usaha pasti ada hasil, setiap kejadian pasti ada hikmahnya, dan setiap kesedihan dihadirkan pasti ada tujuannya. kesedihan dan kebahagiaan ibarat siang dan malam yang tak mungkin bisa dipisahkan taupun digantikan. Keduanya memiliki masa dan waktu yang tak mungkin bias diminta untuk diperlambat ataupun dipercepat.

Janganlah bersedih bisa jadi Allah menginginkan agar dirimu dewasa secara lahir dan batin terlebih dahulu, sehingga kelak engkau layak melahirkan orang-orang yang berkualitas. Bukankah Fatimah r.a sebagai wanita penghulu surga dilahirkan dari Rahim seorang ibu yang menikah diusianya yang ke 40 tahun, begitu pula usamah bin zaid r.a panglima perang yang masih muda belia yang dipercaya oleh Rasulallah untuk menjadi pemimpin para sahabat senior dilahirkan oleh seorang ibu yang menikahnya diusia yang ke 50 tahun?

Janganlah bersedih hati karena terlambat datangnya, gembirakanlah hatimu karena boleh jadi memang engkau sedang dipersiapkan oleh Allah menjadi orang orang seperti Khotijah ataupun ummu aiman ibunda usamah bin Zaid yang melahirkan orang-orang pilihan.

Sabtu, 30 Juli 2016

Latahzan innallaha ma'ana

Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita” (QS.At Taubah : 40). Kalau Allah pemilik diri ini, tempat diri ini kembali, tempat untuk mengadu dan tempat untuk bersandar melarang kita bersedih, terus kenapa musti bersedih.

Sedih, suka ataupun duka Allah yang memberikan, maka tempat semua kembali pasti pada Allah juga. Tidak perlu terlarut dalam kesedihan, karena waktu ini terlalu singkat untuk kita lalui dalam kesedihan. Bukankah kita telah mempunyai Islam sebagai agama kita? Bukankah kita mempunyai Rasulullah sebagai panutan kita? Dan bukankah kita mempunyai Allah sebagai penolong kita?

Dari-Nyalah kesedihan berasal maka kepada-Nyalah selayaknya meminta pertolongan. Tidak akan pernah ada lautan tanpa pesirir, siang tanpa malam, Semua yang hadir pasti akan pergi, yang tua pasti akan mati. Tiada keabadian didunia ini, semua ada batasan, semua ada waktu seperti halnya shalat lima waktu. Kalaulah hari ini kita bersedih maka esok akan ada bahagia. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5). Dua kali Allah mengulangnya dalam Al Qur’an. Kalaulah begitu kenapa kita musti bersedih hati? Tidak yakinkah akan ada kemudahan sesudah kesulitan yang Allah janjikan? Allah tidak pernah ingkar janji, dan semua pasti akan ditepati. Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. (QS. Ghaafir. 55)

Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan (QS Yusuf : 86). Wahai Tuhanku, kepadaMu aku mengadukan lemahnya kekuatanku, sempitnya ikhtiarku dan hinanya aku di mata manusia. Wahai Tuhan, Engkau yang lebih pengasih dari semua pengasih, Engkau pelindung orang-orang yang lemah dan Engkaulah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau menyerahkan diriku ini?. Kepada yang jauh dan menghadapiku dengan muka masam, atau kepada musuh yang membenciku ?. Kalau Engkau tiada murka kepadaku, tiadalah mengapa. Tetapi maaf-Mulah yang sangat aku dambakan. Aku berlindung di bawah nur (cahaya)Mu yang menerangi semua kegelapan, dan dengan cahaya itulah urusan dunia dan akhirat akan menjadi baik, janganlah kiranya Kau turunkan murkaMu kepadaku. Demi Engkaulah aku rela dihinakan, asal Kau masih rida padaku. Tiada daya upaya, dan tiada kekuatan, kecuali dariMu. (Ath-Thabrani, Ibnu Adi dan Ibnu Asakir).

Cukup bagiku cintamu Ya Allah, aku ridha akan ketetapan-Mu baik suka atau duka. Aku rela terhadap apapun yang engkau berikan, dan aku rela terhadap apapun yang engkau ambil setelah engkau berikan.

Selasa, 28 Juni 2016

Memimpin adalah seni memanusiakan manusia.

Sejatinya setiap kita adalah pemimpian, baik pemimpin diri sendiri, keluarga atau pemimpin oranglain. Pemimpin adalah individu yang dimanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) kearah mencapai maslahat yang ditetapkan (Ahmad rusli 1999).  Menurut John Gage Alle pemimpin itu pemandu, penunjuk, penuntun atau komandan.
Pemandu yang mampu mendampingkan banyak perbedaan dalam satu tujuan bersama. Sandal walaupun dicipta berbeda, kanan dan kiri, tapi semua pasti menuju pada tujuan bersama, walaupun awal jalannya tidak serentak dan tidak sama. Untuk bisa berayun pada tujuan yang sama pemimpin juga harus mampu mengarahkan dengan cinta bukan menekan dengan kebencian.
Serulah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik (QS An-Nahl: 125). Fiedler (1974:73) mengatakan dalam teorinya, tinggi rendahnya prestasi kerja suatu kelompok dipengaruhi oleh sistem motivasi dari pemimpin dan sejauh mana pemimpin dapat mengendalikan dan mempengaruhi suatu situasi tertentu.
Banyak hal dapat digunakan untuk memotivasi seseorang, menurut maslow manusia dimotivasi oleh kebutuan yang belum dipuaskan. Teori Maslow Maslow dalam Reksohadiprojo dan Handoko (1996), membagi kebutuhan manusia sebagai berikut:
1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan hirarki kebutuhan manusia yang paling dasar yang merupakan kebutuhan untuk dapat hidup seperti makan,minum, perumahan, oksigen, tidur dan sebagainya.
2. Kebutuhan Rasa Aman
Apabila kebutuhan fisiologis relatif sudah terpuaskan, maka muncul kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan akan rasa aman ini meliputi keamanan akan perlindungan dari bahaya kecelakaan kerja, jaminan akan kelangsungan pekerjaannya dan jaminan akan hari tuanya pada saat mereka tidak lagi bekerja.
3. Kebutuhan Sosial
Jika kebutuhan fisiologis dan rasa aman telah terpuaskan secara minimal, maka akan muncul kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk persahabatan, afiliasi dana interaksi yang lebih erat dengan orang lain. Dalam organisasi akan berkaitan dengan kebutuhan akan adanya kelompok kerja yang kompak, supervisi yang baik, rekreasi bersama dan sebagainya.
4. Kebutuhan Penghargaan
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan keinginan untuk dihormati, dihargai atas prestasi seseorang, pengakuan atas kemampuan dan keahlian seseorang serta efektifitas kerja seseorang.
5. Kebutuhan Aktualisasi diri
Aktualisasi diri merupakan hirarki kebutuhan dari Maslow yang paling tinggi. Aktualisasi diri berkaitan dengan proses pengembangan potensi yang sesungguhnya dari seseorang. Kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan, keahlian dan potensi yang dimiliki seseorang. Malahan kebutuhan akan aktualisasi diri ada kecenderungan potensinya yang meningkat karena orang mengaktualisasikan perilakunya. Seseorang yang didominasi oleh kebutuhan akan aktualisasi diri senang akan tugas-tugas yang menantang kemampuan dan keahliannya.
Dari banyaknya kebutuhan manusia ada kebutuhan yang mendasar yaitu Kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuan social dan kebutuhan harga diri. Kalaulah kebutuhan itu dapat terpenuhi maka seseorang akan memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai sebuah tujuan. Memimpin bukan hanya mengarahkan tetapi Memimpin adalah seni memanusiakan manusia dalam menggapai tujuan bersama.

Minggu, 19 Juni 2016

Untukmu yang aku pun tak tau engkau berada dimana

Aku tak tau kenapa hal ini terjadi, aku juga tak tau kenapa ini semua menimpa, namun apapun itu aku bersyukur atas apa yang menimpa. Rasa memang  tidak memandang siapa dia, rasa tidak memandang berapa jauh jarak, rasa tidak memandang suku atau usia karena rasa memang tidak butuh lagika.

Rasa itu datang saat ku gundah, saat semua tak tentu arah. Saat ku tak tau ku harus melangkah. Begitu istimewa hadirnya. Begitu luarbisa keberadaannya. Begitu kuat untuk mengusahakan rasa ini tetap ada, biar berapa banak jatuh, maka akan sebanyak itu juga bangkit, Biar berapa jauh jarak memisahkan tetapi harapku rindu  ini sampai pada pemiliknya.

Pemilik rasa yang tak tau sekarang kamu dimana, kau segalanya bagiku, yang tak terpisah oleh waktu dan keadaan yang selalu berusaha memisahkan segala yang ada.  Biarlah mamamu tak setuju,  keluargamu juga melarang dan seisi dunia menolak, Tetap ku katakan bahwa engkaulah pemenang di hatiku. kaulah bintang hatiku, kaulah segalanya bagiku. Takkan ada yang lain yang mampu goyahkan rasa ini, Karena engkaulah ku mengerti kenapa ku musti hidup sampai saat ini, karena engkaulah kumengerti seberapa penting arti  detik demi detik ang kulalui. Semua takan terpisah oleh waktu ataupun keadaan

Sudahlah jangan kau usik lagi rasa yang tertanam di hati karena semua akan ku bawa sampai batas ujung usia. Kamu segalanya untuk ku, tak peduli banyaknya orang yang menolak, banyaknya orang yang mengatakan tidak tetapi tetap kukatakan bahwa rasa ini akan ku simpan sampai kapanpun.

Rasa selamanya tersurat bukan tersirat, walaulah bibir mengatakan tidak tetapi mata tetap pancarkan hadirnya. Walau suara mampu ungkapkan kata tidak tetapi desah napas takan bisa dustakan keberadaannya.

Meski banyak yang melarang, tetap Ku akan datang lagi, Ku tunjukkan kesungguhan, ku Untuk miliki dirimu seutuhnya. seutuh keridoan dan cinta Illahi. Mendekatlah jangan menjauh karena rasa tak baik bila berjauhan. kaulah pemenang saat keresahan dan kepesimisan datang.

Memang bukan aku yang menentukan ku hanyalah insan biasa yang hanya bisa mengusahakan. “Dan Tuhan-mu Menciptakan dan Memilih apa yang Dia Kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Dan Tuhan-mu Mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dia-lah Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, segala puji bagi-Nya di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya segala penentuan dan kepada-Nya kamu dikembalikan. (QS Al-Qashas 68-70)


Namun apapun itu “Wahai Allah, bahwasanya aku mohon pilihan olehMu dengan ilmu-Mu, dan mohon kepastian-Mu dengan kekuasaan-Mu, serta mohon kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, karena Engkaulah Dzat yang berkuasa, sedang aku tiada kuasa, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang aku tiada mengetahui, dan Engkaulah Dzat yang mengetahui yang ghoib. Wahai Allah, jika adanya, Engkau ketahui bahwa urusan ini adalah baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibat urusanku untuk masa sekarang maupun besoknya, maka kuasakanlah bagiku dan permudahkanlah untukku, kemudian berkahilah dalam urusan itu bagiku. Namun jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan itu menjadi buruk bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibatnya persoalanku pada masa sekarang maupun besoknya, maka hindarkanlah aku dari padanya, lalu tetapkanlah bagiku kepada kebaikan, bagaimanapun adanya kemudian ridhoilah aku dengan kebaikan itu. Wahai Allah tetapkanlah buatku urusan yang baik saja bagaimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan MU itu.

Minggu, 15 Mei 2016

Usap air mata mu

Usap air mata mu, dan janganlah bersedih saat banyak orang-orang menyakitimu, tidak usah diambil hati dan tersenyumlah, jadikan kesedihan itu sebagai penguat diri. Jadika kesedihan itu sebagai alasan kenapa asa ini harus tetap ada saat banyak orang cenderung melihat kekurangan dari pada kelebihan kita. Jadikan kepahitan hidup sebagai obat yang menyehatkan kekuarang dan kealfaan kita dikemudian hari.

Jangan berduka, saat apa yang kita minta tak kunjung jadi nyata, tak usah berkecil hati saat titik terang tak kunjung menghampiri. Kuatkan diri untuk Terus maju, dan terus melaju. Yakinlah setelah kesulitan pasti ada banyak kemudahan.

Selalu dan Selamanya, Siang tercipta bersama terciptanya malam, keduanya selalu datang bergantian, datang dan pergi Selih berganti, usai siang beranjak keperaduannya malam pun tak pernah alfa untuk datang menyapa kita. Pergantian ini abadi sampai waktu yang telah ditentukan dan ditetapkan. tidak pernah tertukar dan tidak pernah alfa ataupun lupa.

Teruslah berjuang, teruslah berlari hingga duka itu tidak terasa lagi olehmu. Hingga sedih itu sedih melihat kebahagiannmu. Hingga kesulitan itu kesulitan menghentikan langkah besarmu. Hingga putus asa itu putus asa membuatmu menyerah dan pasrah.

Hapus air mata dan jangan berduka Jika banyak orang-orang melukaimu. jadikan karya besarmu sebagai pelipur lara disepajang usia. Jika banyak orang berlomba-lomba mengecewakanmu, jangan berduka, jadikan kekecewaan itu sebagai satu alasan untuk terus maju dan terus melaju. jadikan luka itu sebagai pemicu semangat untuk meraih mimpi-mimpi besarmu. yakinlah kawan semua akan indah pada waktunya. pada waktu mereka terdiam melihat semua mimpi kini telah jadi nyata. pada waktu karya mengatakan pada mereka siapa kita sebenarnya. pada waktu itulah kamu bisa tersenyum bahagia dan duka akan terlupa bersamanya

Sabtu, 26 Maret 2016

Nobody perfect

Tidak  ada yang sempurna didunia ini, akan selalu ada kekurangan disana dan disini, tetapi tidak ada salahnya untuk berusaha menyempurnakannya dengan segala upaya yang kita bisa.

Walau tidak sempurna, tetapi Hiduplah seperti bintang, walaupun kecil terlihat oleh mata tetapi tatap memberikan keindahan. Walaupun hadirnya tidak dibangggakan tetapi tetap hadir untuk menghias malam dengan berjuta keindahan.

Hidulah seperti mentari yang hadir selalu menerangi dan memberi arti ketulusan serta harapan, selalu memberi tidak pernah mengharap kembali apapun yang telah diberi, yang tetap memberi walau makian tidak jarang dihadiahkan karena hadirnya kadang tak sesuai harapan banyak orang.

Tumbuhlah seperti pohon mangga yang tumbuh memberikan keteduhan dan buah untuk dimakan. walau kadang batu dilontarkan tapi buah yang diberikan sebagai balasan.

Jadilah pena dalam kehidupan yang hadirmu dan keberadaanmu menjadi tinta penulis kebahagian orang lain. walaupun habismu akan berakibat pembuang dan pencampakkan. Jadilah penghapus dalam kehidupan yang keberadaanmu mampu menghapus kedukaan dan kesedihan orang, walau setelah tidak diperlukan kamu akan ditinggalkan sendirian.

Sempurnakanlah kekuranggan yang ada dengan menyempurnakan kehidapan orang yang ada disekitar kita. Sempurnakanlah kekuranggan yang ada dengan selalu menciptakan kesempurnaan yang orang rasakan dengan hadirnya kita disamping mereka.

Rabu, 16 Maret 2016

Apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai

Indahnya puncak karena tebing curam berhias pepohonan. Indahnya air terjun karena tinggi dan curamnya jurang yang memaksa air jatuh menghujan. begitu juga indahnya hidup kerena ada kegagalan dalam keberhasilan, ada kesedihan dalam kebahaggiaan.

Tidak akan ada pelagi tanpa adanya hujan, tidak aka ada kupu kupu indah tanpa proses metamorfosis ulat bulu, tidak akan ada hasil tanpa adanya usaha untuk menampakkannya. hal itu menyisarakan bahwa Tidak akan ada kebagiaan tanpa adanya kesedihan yang telah diiklaskan, Tidak akan ada keberhasilan tanpa adanya kegagalan yang mengirinya.

Kegagaalan atau kesedihan akan selalu ada selagi kita masih ada di dunia ini. Namun pahamilah bahwa ia tidak akan selamanya hadir dan tidak selalu menghiasi hidup ini karena akan ada kemudan dan bahagiaan yang akan menggantikannya.

Jadikan kesulitan sebagai pemicu kita untuk lebih maju. Seperti halnya bola yang di tenggelamkam. Sekuat apapun kita menekan dan menenggelamkannya ke dalam air, maka sekuat itu pula potensi bola untuk muncul kepermukaan. 

Sekuat apapun kegagalan, sekuat apapun cacian maka sekuat itu pula mustinya kita berjuang untuk membuktikan bahwa kita mampu dan bisa melewati semua. Tidak perlu banyak retorika, bekerjalah dan berushalah dan biarlah karya kita yang membuktikan bahwa kita lebih baik dari apa yang mereka sangkakan.

Pemenang disetiap pertempuran bukanlah mereka yang banyak membunuh, tapi pemenang disetiap pertempuran adalah mereka yang paling lama bisa bertahan. Jadi bukan seberapa banyak harapan kita menjadi kenyataan tetapi seberapa kuat kita mampu bertahan dan terus berjuang dalam badai kegagalan.

Tidak akan ada jalan yang mulus tanpa lubang, Tidak akan ada siang tanpa malam , Tidak akan ada pelangi tanpa hujan. begitu juga Tidak akan ada sesuksesan tanpa kesungguhan kita dalam mengusahakannya, Tidak akan ada kebahagiaan tanpa pengorbanan kita untuk menciptakannya, Tidak akan ada kemudahan tanpa kesulitan yang mendahuluinya.

Pahamilah bahwa kita hanya akan mendapatkan apa yang kita usahakan dan kita kerjakan bukan yang kita harapkan tau impikan.


Senin, 18 Januari 2016

Kapan nikah ??

Sering orang bertanya pada kita, kapan nikah ? Kok gak nikah nikah kenapa, kalau dah siap kenapa gak nikah aja?
Nunggu apa lagi kan, kerja udah, usia juga udah waktunya, apa nunggu kiamat? Pertanyaan konyol yang sering hilir mudik ditelinga.

Sekali nanya sich gak papa tapi ampe bosen mendengar pertanyaan itu, apa gak ada pertabyaan lain aj. Hehehe, nikah itu ketetapan Allah, trus apa gak percaya akan ketetapan Allah yang pasti. Aneh rasanya denger pertanyaan itu, dan rasanya kurang tepat, harusnya pertanyaan iti ditujukan pada Allah yang mengatur segalanya, yang mengerti kapan datangnya dan yang memutuskan semua urusan hamba-NYA, kenapa ditanyakan pada manusia yang bocorannya saja gak pernah dikasih tau.

Jodoh, ajal, kiamat bukankah suatu hal yang pasti tetapi gaib (dirahasiakan). tetapi kenapa yang ditanya hanya nikah saja, kenapa pada gak tanya kapan mau mati? Nunggu apa ko lama gak mati-mati ? Kurang apa sich ? nunggu apa coba ? Kalaulah hal itu yang ditanyakan mau jawab apa coba?  .

Bukankah mati, jodoh, dan rezeki adalah hal yang gaib dan hanya Allah yang tau kapan datangnya? Kalaulah hal itu hal gaib dan hanya allah yang tahu kenapa pertanyaan itu ditanyakan pada aku sebagai manusia, tanyakan pada Allah saja. DIALAH yang mengatur ketetapan terhadap takdir hambanya.

Bukan masalah cepat atau lambatnya nikah, karena nikah bukan ajang turnamen balap sepeda yang menuntut kecepatan untuk sampai tujuan. Bukan juga masalah berani atau enggaknya karena nikah bukanlah ajang uji nyali. Buka juga masalah siap atau tidaknya karena nikah bukanlah ajang lomba lari yang musti ada aba aba bersedia dan siap.

Nikah adalah satu hal yang pasti datangnya tapi kapannya kita tidak tau, gak perlu juga sering ditanya, kalaulah tiba saatnya semua pasti akan terlaksana. Nikah suatu hal yang gaib dan hanya Allah yang tau kapanya maka berbaik sangkalah pada ketetapan yang mungkin disegerakan atau dilamakan oleh Allah.

Jikalau jodoh, ajal telah tertuliskan dan diputuskan, maka tugas kita menunggu dengan keyakinan dan cinta. Keyakinan akan datangnya, dan cinta kepada apapun ketetapan allah yang menimpa kita.

Rabu, 18 November 2015

Ku Serahkan Segalanya Pada MU Ya Allah

Ku serahkan segalanya pada-MU, pada semua yang berada di luar kendaliku. Tentang cinta yang mungkin sekedar anganku belaka. Tentang harapan yang mungkin itu hanyalah keegoisanku  saja. Tentang keyakinan yang mungkin itu hanyalah pemaksaan kehendak diri saja.

Ku serahkan segalanya pada-MU, tentang semua yang masih Engkau rahasiakan. Tentang belahan jiwa yang akan ridha padaku, tentang belahan hati yang aku tak tau dimana berada. Kapan datangnya, Engkau percepat atau Engkau perlambat.

Ku serahkan segalanya pada-MU, tentang jiwa yang kini kucintai. Tentang harapan agar KAU bahagiakannya dengan atau tanpaku. Tentang permohonan agar Engkau menjaganya saat penjagaanku tidak sampai padanya. Tentang permintaan ku kepada-Mu untuk selalu memberi kebahagiaan padanya dengan atau tanpa aku.

Ku serahkan segalanya pada-MU, tentang penantian yang masih terjaga dan selalu ada. Tentang aku, yang akan memilih untuk selalu bertahan. Tentang keyakinan yang selalu engkau jaga tetap ada. Tentang nama yang selalu engkau lekatkan di ingatan.

Ku serahkan segalanya pada-MU, tentang penyerahan akan tetakdir. Tentang segala asa akannya yang diam-diam masih ku lafalkan padaMU. Tentang keyakinan yang diam diam selalu aku titipkan dipenghambaan ku di sepertiga malam.


Ku serahkan segalanya pada-MU. Tentang Rasa ku dan rasa nya. Tentang hati ku dan hati nya. Memang aku punya rencana tentang ini dan itu tapi semua ku kembalikan pada-MU karena yakin ku rencana-Mulah yang terindah dari segala rencana yang ada di alam semesta ini.

Rabu, 14 Oktober 2015

Haruskah kita ingat mereka yang mencaci kita ?

Jangan menyerah, dan jangan pernah menyerah teruslah melangkah walau apapun yang akan terjadi. Tetap bertahan dan teruslah berjuang walau lelah dan gundah selalu selimuti langkah kita saat meniti hari.

jangan menyerah, walau diacuhkan, jangan pula kembali pulang, walau di diamkan, janganlah bermalas malasan walau ditinggalkan, jangan merasa kesepian karena Allah selalu bersama kita selalu dimanapun dan kapanpun.

Biarkanlah mereka menari diatas tangisan pilu ini, biarkanlah mereka bersorak sorai atas kegagalan ini, tataplah maju dan jangan hiraukan itu, terus melaju hingga luka itu tidak lagi membuatmu pilu dan kelu.

Ingatlah selalu tentang apa-apa yang mereka lakukan padamu saat ini. Biar nanti kumu ingat siapa yang telah mengacuhkanmu waktu itu, biar kamu tahu siapa yang mendiamkan mu kala itu, biar kamu tidak lupa siapa yang meninggalkan mu saat kamu butuh mereka, biar nanti saat mimpi telah jadi nyata, kamu tau siapa saja yang tulus dan tidak bersamamu, siapa yang tulus membantu dan siapa yang selalu ada untuk mu dan siapa yang tidak.

Tanamkan dalam ingatan tentang apa-apa yang mereka lakukan disaat kekuragan, hujamkan dalam ingatan tentang caci dan makian yang mereka lakukan saat semua terasa tiada harapan. Biar nantinya saat semua telah jadi nyata kita tidak salah dalam menyantuni siapa-siapa yang meremehkan mu saat itu. Biar nantinya kita bisa memberikan manfaat pada mereka yang pura-pura tidak tau kalau kamu membutuhkan mereka saat itu. Biar nantinya kita bisa membeli tawa-tawa mereka dan biar nantinya mereka yang pernah membuat kita berduka dan hina tetap bangga karena sempat bersama kita.

lihatlah kawan dan perhatikan pagi itu hanlah pemula datangnya siang, bukan akhir dari perjalananna waktu. Ingat kawan jangan sampai kamu bersemangat mencerca gelap pagi tapi kamu lupa tanpa sadar siang akan datang satelahnya.


hidup itu maju bukan mundur. hidup itu perjuangan bukan permainan. hidup itu butuh tantangan, bukan ketakutan akan ketidak nyamanan. hidup itu butuh keoptimisan dan totalitas perjuangan, bukan kesederhanaan perjuangan.

Selasa, 13 Oktober 2015

Ada apa, dengan setahun yang telah berlalu?

Setahun telah beralu menyisakan banyak cerita dikalbu. baik suka ataupun duka, baik derita ataupun bahagia. Semuanya silih berganti datang dan pergi mengiringi langkah kaki. dan tidak jarang hadirnya menyisakan duka dan keberadaannya tidak sedikit menorehkan luka yang susah untuk diterima.

Susah kerena setiap yang hidup pasti menginginkan bahagia bukan duka. Namun dalam hidup selalu ada dua rasa yang hadir dalam kesempatan yang yang sama ataupun bergantian. Dalam hidup ada banyak dinamika dan banyak warna yang  membuat hidup lebih berwarna.

Banyaknya rasa, warna dan dinamika hiduplah yang menuntut kita untuk terus belajar. Belajar menjadi lebih baik, belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan belajar untuk terus berbagi dan memberi.

Belajar hakikatnya membuahkan perubahan periilaku menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kalaulah tidak ada perubahan maka hakikatnya kita tidak hidup karena yang hidup pasti belajar dan yang tidak belajar hanya mereka yang mati tapi terlihat hidup.

Dalam Hidup banyak pilihan terhampar luas. Pilihan untuk terus bergerak, terus maju atau mundur. Namun yang hidup pasti bergerak dan yang tidak bergerak pasti benda mati. Karenanya kita harus bergerak untuk maju, untuk menyatakan semua cita cita dan harapanmu.

Dalam menyetakan cita cita yang musti kita pahami adalah tidak akan hasil tanpa usaha. Makanya Seindah apapun rencana kita dan sebagus apapun angan-angan kita, semua hanya akan sia-sia belaka juka tidak kuat usaha kita untuk menyatakannya.

Setahun berlalu banyak kesia-siaan tercipta dari setiap usaha, Dari kesia-siaan itu mustinya kita belajar kesungguhan bukan kegundahan, dari kekecewaan yang melanda hari hari kita kemaren mustinya kita belajar kehati-hatian dan kasih sayang bukan ketakutan, dari putus asa yang hilir mudik di tahun lalu mustinya kita belajar akan kegigihan bukan kemalasan, dari duka dan lara disepanjang tahun kemaren mustinya kita belajar untuk bahagia bukan kegelishan, dari kegagalan yang menimpa hari hari kita kemaren mustinya kita belajar keberhasilan bukan kengerian keputus asaan.

Dari banyak hal yang menimpa mustinya kita banyak belajar. Dan dari proses belajat itu mustinya kita mengerti bahwa jika kita melakukan hal yang sama dengan apa yang biasa kita lakukan maka jangan berharap kita bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda dari yang biasa kita dapatkan.

HUJAN BOLEH BERLALU TAPI TETAP JEJAKNYA MEMBEKAS

Hujan boleh jadi berlalu tatapi jejaknya akan tetap ada walau hujannya sendiri telah tiada. Boleh jadi luka itu sirna tapi bekasnya selamana akan tetap ada. Seperti halna jikalau kita menulis diatas putih, Boleh jadi tulisan bisa dihapus tapi bekas tulisan selamanya tetap ada sampai kapanpun.

Mudah memang untuk mengotori dari pada membersihkan, mudah memang untuk membuat noda dari pada membersihkan noda. Begitu halnya Butuh waktu bertahun-tahun untuk menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih namun hanya butuh waktu satu detik untuk membuat semuanya berantakan.

Bekas tancapan paku memang bisa di tutup dengan cat tapi tetap bekasnya akan ada dan tidak dapat kembali seperti semula. walaupun terlihat seperti sama dan tidak ada beda dengan kondisi semula tapi tetap hal itu tidak akan bias membuat apa yang telah terjadi hilang tanpa meninggalkan bekas luka.

Mungkinkah bayi yang telah lahir dapat kembali kedalam kandungan, mungkinkah airmata yang telah jatuh bisa kembali ketempatnya semula dan mungkinkah anak yang tumbuh besar bisa kembali menjadi kecik? Bukankah itu yang mustahil bukan. Hidup ini maju bukan mundu. Akan selalu ada luka dan noda, akan selalu ada yang terluka dan yang membuat luka, dan selamanya rasa akan menjadi rasa walau apapun yang menimpa. Rasa selamanya akan menjadi rasa walau apapun yang mengiringa, baik suka atau duka, baik derita atau bahagia.

Hujan mungkin bisa berubah menjadi bencana yang menghancurkan namun begitu selamanya kita rindu akan datangnya hujan. Angin mungkin bisa berubah menjadi badai yang menghacurkan tetapi selamanya kita butuh angin untuk hidup. Air sewaktu-waktu bisa menjadi banjir yang menghanyutkan tetapi hadirnya selalu memberi makna pada hidup kita. Api memang bisa membuat segalanya menjadi abu tetapi sedikitpun kita tidak mampu untuk mendendam pada api yang telah membuat segalanya menjadi abu.

Sabtu, 19 September 2015

Save Al Aqsha

BAITUL MAQDIS, Rabu (Ma’an News Agency | Al Jazeera): Pasukan penjajah Zionis kembali masuk ke dalam masjid dan melakukan pengrusakan, serta menyerang jamaah Muslim di kompleks Masjidil Aqsha, kemarin pagi (15/9). Pasukan Zionis menempatkan para penembak jitu di atap masjid dan mereka menggunakan peluru karet. Sudah Tiga hari berturut-turut Zionis memicu bentrokan di tempat suci ketiga ummat Islam itu.

Pasukan penjajah juga menembakkan granat kejut, tabung gas airmata, dan peluru baja berlapis karet ke arah jamaah Palestina dan sekitar 36 warga Palestina terluka. Baik luka dan memar, sementara lainnya mengalami sesak nafas akibat gas airmata dan  Setidaknya dua orang dibawa ke rumah sakit.

Dimanakah kita Saat pasukan penjajah menyerang masjid al aqsha. Dimanakah kita saat mereka penuh harap berjuang untuk mempertahankan kesucian masjid al aqsha. tak pantas rasanya bila kita hanya berdiam diwaktu masjid al aqsha dinistakan oleh kaum penjajah.

Masih bisa melihatkan kita atas apa yang menimpa masjid al aqsha? masih mampu mendengarkan kita atas jeritan kepiluan saudara kita untuk mempertahankan kesuciannyya? Bila memang kita tetap berdiam diri dan bila hati kita tak tergerak untuk membantu, mendukung dan mendoakan kesucianna, dan jalan keluar atas apa yang menimpa Al aqsha, tanyakan pada diri kita, layakah mengaku bahwa kita ini seorang muslim.

Bukankah masjid al alsha kiblat pertama umat islam?, Bukankah ia adalah Masjid kedua yang dibangun di muka bumi seperti dinyatakan di dalam hadits, bukankah Palestina adalah terminal akhir dari perjalanan Isra Nabi Muhammad saw. Dan  bukankah palestina Negeri para Nabi. Kalaulah begitu layakkah kita diam atas apa yang meninpa ? layakkah kita diam seperti tidak terjadi apa apa? Atau jangan jangan memang kita bukanlah seorang muslim yang tidak mau bergerak untuk melindungi masjid Al aqsha.


Kalaulah memang kamu merasa muslim maka Bersuaralah, berdoalah untuk tetap terjaganya kesucian masjid Al aqsha dan keselamatan saudara kita dipalestina #savealaqsha#prayforgaza

Janganlah bersedih saudaraku

jangan bersedih saudaraku.
kamu tak sendiri, kami masih ada untuk mu disini.
duka mu adalah duka kami juga.
suka mu adalah suka kami juga.
memang jarak memisakan keberadaan kita.
tapi jarak bukan pembatas untuk turut meresa apa yang kamu rasa.

jangan bersedih saudaraku.
darah yang tercurah tidakkan sirna sia sia.
duka yang terasa, akan berbalas ridhonya.
sakit yang menimpa tak seberapa dengan Balasan yang akan kamu akan terima.

jangan bersedih saudaraku.
adanya kami hanya untuk menguatkanmu.
bila memang jarak yang buat kehadiran kami tak terasa.
saatnya nanti kami berharap tidak ada jarak lagi yang memisah akan bisa kita.
saatnya nanti kami berharap bisa bersama sama meresa apa yang kamu rasa.
saatnya nanti kami berharap kita bersama-sama menggapai ridho-Nya.

jangan bersedih saudaraku.
kalaupun tak seorangpun ada untuk mu.
aku akan salalu ada untuk mu disini.

jangan bersedih saudaraku.
teruslah melaju, kasih sayang Allah mengiringi setiap langkahmu.

jangan bersedih saudara.
terus maju karena malaikat pun iri pada setiap usahamu.

jangan bersedih saudaraku,
kaulah manusia terhebat yang pernah terlahir didunia ini.

satu pintaku padamu saudaraku
Doakan ku bisa bersamamu disana.
Doakan ku bisa hembuskan napas terakir ku nantinya bersamamu

Doakan ku bisa sholat di masjidil Al Aqsha sebelum nyawa ini berpisah dengan badan.

siapa sebenarnya pembantai rakyat palestina ?

Mari kita renungkan kawan!!!

Sedih bukan, apabila kita melihat kondisi saudara kita dipalestina, pilu bukan, jikalau kita mendengar rintihan-rintihan kedukaan mereka. Meraka dibantai, dibombandir, diisolasi tanpa belas kasihan tanpa ada rasa kemanusiaan.

Serasa tak berharga bukan, nyawa saudara kita dimata zionis, sehingga dengan mudahnya mereka menanggkapi, menembaki, dan manganiayanya, serasa tidak bernilai bukan, keberadaan saudara kita dipalestina dimata zionis sehingga, dengan pongahnya mereka membombandir dan mengusir sesukanya.

Tidak terima bukan, bila saudara kita diperlakukakan seperti itu, tidak rela bukan kita mendengar penjajahan tentap menimpa mereka, tembakan, ledakan masih bergemuruh di palestina ? Sunggung biadab bukan, prilaku zionis terhadap saudara-saudara kita di palestina? sungguh tidak berprikemanusiaan bukan zionis memperlakukan saudara kita dipalestin?

Tapi sadarkah, bila peluru yang mereka tembakan adalah sumbangan kita, Rudal yang mereka luncurkan adalah kumpulan dari uang-uang kita. Taukah bahwa Uang yang zionis gunakan untuk membeli rudal adalah kumpulan uang-uang yang kita belanjakan di perusahaan mereka.

Uang yang zionis gunakan untuk membeli peluru adalah kumpulan uang yang kita belanjakan untuk membeli makanan siap saji diperusahaan mereka.

Jikalau uang yang zionis gunakan untuk membeli rudal dan peluru adalah uang-uang kita maka secara tidak langsung kitalah sebenernya pembunuh mereka, dan kitalah sebenarnya pembantai mereka.

Tenyakan pada diri kita kenapa kita masih memilih product zionis yang jelas hasilnya untuk menembaki saudara kita atau jangan jangan memang kita memilih untuk membinasahkan saudara kita.

Tanyakan pada diri kita kanapa kita bangga bila telah makan makannan pruduc zionis yang jelas hasilnya untuk membeli alat untuk mebentengi dan melindungi zionis atau memang sebenarnya kamu bangga telah melindungi zionis, atau juga memang kita bangga telah membunuh saudara kita dengan uang kita atau memang kita ingin zionis tetap ada dan terus membantai saudara kita.


Kalau memang kita saudara mereka rakyak palestin, pasti kita tidak ingin uang kita untuk membantai saudaramu sendiri, kalau memang kita sadara mereka rakyak palestina, pasti kita tidak rela uang kita digunakan untuk melindungi keberadaan zionis atau memang sebenarnya kita bukan saudara rakyat palestin dan kita sebenarnya adalah penolong kaum zionis laknatullah!!!! #MariSelamatkanAlaqsa#PrayForGaza#BoikotProductZionis!!!!!

Senin, 17 Agustus 2015

Bagaimana harusnya merayakan Kemerdekaan?

Sudahkah kita merdeka? Bagi yang hidupnya selalu ada, Mereka mengatakn kita sudah merdeka dan begitu nikmat kemerdekaan karena gambar pahlawan dalm uang negara indonesia sudah berbaris rapi di saku dangannya aku bisa beli apa saja yang ku mau.

Bagi yang hidupnya pas pasan mengatakan memang kita sudah merdeka dari penjajah tapi hakikatnya kita belum meresakan kemerdekaan karena aku tinggal ditanah surga tapi untuk makan saja susah seperti diperjara.

Sang poklamator nagara kita mengatakan "Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat." [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi]

Terlepas dari makna merdaka belumnya kita tetapi secara kasat mata memang panding father kita sudah mepoklamirkan kemerdekaan negara indonesia dari penjajah pada tanggal 17 agustus 1945. Hari ini senin, 17 agustus 2015 tepat 70 tahun negara ini berdiri semua warga negara ini gegap gembita menyambut hari kemerdekaan republik ini.

Yang menjadi pertanyaan adalah Bagaimana merayakan kemerdekaan yang kita terima sebagai anugrah Allah, apa dengan seremonial upacara bendera? Atau dengan mengadakan acara hiburan? Mengadakan lomba lomba atau dengan mengibarkan bendera merah putih di dasar laut atau diketinggian.

Sebelum kita membahas bagaimana memaknai dan merayakan kemerdekaan, mari kita buka kembali lembaran sejarah yang mungkin sudah kita lupa. Mari kita baca sejarah bagaimana kemerdekaan ini didapat, bagaimna panding father kita memperjuangkan kemerdekaan?

10 november 1945 Bong Tomo dalam pidatonya menyerukan : “Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: MERDEKA atau MATI. Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar, percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…! “

Pada tanggal 22 November 1945 disurabaya, NU mencetuskan Resolusi Jihad, yang isinya sebagai berikut : 1) Kemerdekaan Indonesia yang memproklamirkan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan. 2) Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah, wajib dibela dan diselamatkan. 3) Musuh Republik Indonesia, terutama Belanda yang datang membonceng tugas-tugas tentara Sekutu dalam masalah tawanan perang bangsa Jepang tentulah akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia. 4) Umat Islam, terutama Nahdlatul Ulama, wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak menjajah kembali Indonesia. 5) Kewajiban tersebut adalah suatu jihad yang mehjadi kewajiban setiap orang Islam (fardlu ‘ain) yang berada pada jarak radius 94 km (jarak dimana umat Islam diperkenankan Sholat Jama’ dan Qoshor). Adapun mereka yang berada diluar jarak itu berkewajiban membantu saudara-saudaranya yang berada dalam radius 94 km tersebut.

Slogan yang dikumandangkan oleh para kiai dan ulama dalam peperang mempertahankan kemerdekaan di Plagan, Ambarawa, Semarang, Bandung, dll adalah “Hidup Mulia atau Mati Syahid di Jalan Allah” dan “Cinta Tanah Air adalah Bagian dari Iman”.

Dan kalimat yang pendahulu kita inginkan sebagai dasar negara ini yang diputuskan di rapat BPUPKI “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syareat Islam bagi pemeluknya”  namun demi toleransi dan menjaga negara RI dari perpecahan, akhirnya disepakati dengan kalimat : “ Ketuhanan Yang Maha Esa “ (peranan Ki Bagus menempatkan Yang Maha Esa sebagai Taukhid Rakyat Indonesia ). ( Endang Syaifuddin Anshari, Piagam jakarta)

Begitulah panding  father bangsa ini memperjuangkan kemerdekaan. Bukan dengan pesta pora, bukan dengan sorak gembira tetapi dengan darah dan nyawa para pahlawan, negeri ini berdiri dan merdeka tercipta. Dr. Douwwes Dekker ( Setyabudi Danudirdja) menyatakan bahwa : “Apabila Tidak ada semangat Islam di Indonesia, sudah lama kebangsaan  yang sebenarnya lenyap dari Indonesia” (dalam Aboebakar Atjeh: 1957, hlm.729). Bila menilik perkataan Dr. Douwwes Dekker maka selaknya dalam memaknai  dan merayakan kemerdekaan yang harus kita lakukan adalah bersyukur kepada Allah SWT, dan mendekatkan diri kepada-Nya bukan dengan parade music, bukan dengan parade lomba dst. Bukan pesta pora tapi penanaman dan menumbuhkan semangat islam (dengan banyak beribadah, memperbanyak pengajian, perbanyak muhasabah dan perbanyak pembinaan pemuda untuk hidup dan menghidupkan islam). Waallahu A’lam

Jumat, 14 Agustus 2015

Manusiakanlah Manusia

Sahabat, pahami tidak ada manusia sempurna terlahir didunia, semua pasti ada titik kurang yang melekat didirinya. Tidak semua manusia baik tapi pasti ada sisi baik disetiap manusia.

Lihatlah kekurangan dan kesalahan orang sesuai batasnya dan sesuai kadarnya. Tak perlu merasa suci sendiri karena Kita bukanlah malaikat yang hidup tanpa salah.  Kita manusia biasa yang pastinya memiliki salah. Seperti halnya segelap apun malam pasti masih ada secercah cahaya bintang disana. Dan kalaulah ada yang salah maka Ingankanlah ia dengan kelembutan karena bahasa hatilah akan menggerakkan. Ingankan untuk menyadarkan bukan menghancurkan. Ingatkan dengan kebajikan dan kebaikan Bukan menelanjangi di depan orang.

Manusiakanlah manusia karena kita manusia yang memiliki rasa yang sama. Kita akan Sedih pada hal yang sama, kita akan malu dengan perlakuan yang sama dan akan semangat karena suatu dorongan yang sama.

Kita bukan malaikat yang dicipta tanpa salah, hargailah prosesnya tapi sadarkan akan kesalahannya dengn bijak bukan menghancukan ia dengan mempermalukannya.

Pahami apapun yang kita tanam itu yang akan kita tuai, kalau kita mempermalukannya maka kita akan dipermalukan oleh Allah dengan cara yang tidak kita duga. Kalau kita menghagai orang maka kita akan dihargai dengan cara yang tidak kita sangka sangka .

Hidup ini amanah, jabatan kita juga amanah yang pada waktunya akan diminta pertanggungjawabnya. Pandangan kita pasti terbatas tapi pandangan tuhan tanpa batas. Karenanya seyangilah orang lain sesuai kita menyayangi diri kita sendiri tanpa melihat sebagai apa mereka, maka allah akan menyayangi kita tanpa melihat apa setatus kita.

Hargailah dan hormatilah orang lain sesuai kita menghormati dan menghargai diri kita sendiri tanpa melihat sebagai apa mereka, maka Allah akan menghormati dan menyayangi kita tanpa melihat apa setatus kita.


Kita adalah munusia pasti memiliki rasa maka rasakan dulu sebelum kita melakukan sesuatu. Pahamilah bahwa manusia yang paling mulia adalah manusia yang paling baik aklaqnya. Waallahu a'lam.